RSS

Arsip Kategori: We Are Seraper

SRC 2012 Bulan Maret : Ai, Cinta Tak Pernah Lelah Menanti

Judul : Ai, Cinta Tak Pernah Lelah Menanti
Penulis : Winna Efendi
Rate : 3/5

Cinta seperti sesuatu yang mengendap-endap di belakangmu. Suatu saat, tiba-tiba kau baru sadar, cinta menyergapmu tanpa peringatan.

Pernah jatuh cinta kan? Yup, karena waktu itu saya sedang jatuh cinta, sedikit banyak, quote diatas telah mempengaruhi saya untuk membaca novel ini. Hati kecil saya secara tidak langsung mengiyakan apa isi quote itu.
Novel karya Winna Efendi ini tak jauh beda dengan novel-novel terbitan Gagas Media lainnya. Masih bercerita tentang tema yang tidak pernah habis untuk dibahas, “cinta” dengan segala macam bumbu penyedapnya.
Kisah dalam buku ini sederhana, tentang cinta segitiga pada umumnya.

Sei : Aku mencintai Ai, Tidak tahu sejak kapan – mungkin sejak pertama kali dia menggenggam tanganku – aku tak tau mengapa dan aku tidak tau bagaimana. Aku hanya mencintainya dengan caraku sendiri.

Jujur, gara-gara tulisan di atas saya jadi tertarik untuk membaca buku ini. Alasannya sederhana, karena waktu pertama kali membaca buku ini, apa yang dikatakan Sei di atas sedikit banyak mewakili perasaan pembacanya, eh, perasaan saya sih tepatnya
Winna dapat membuat saya gemes dengan karakter Sei yang mencintai Ai dengan caranya sendiri. Tapi memang setiap orang punya ekspresi sendiri-sendiri untuk mengungkapkan perasaannya. Barangkali dengan “aku suka kamu” saja sudah cukup atau hanya memendam perasaan seperti Sei.

Ai : Aku bersahabat dengan Sei sejak kami masih sangat kecil. Saat mulai tumbuh remaja, gadis-gadis mulai mengejarnya. Entah bagaimana aku pun jatuh cinta padanya, tetapi aku memilih untuk menyimpannya. Lalu datang Shin ke dalam lingkaran persahabatan kami. Dia membuatku jatuh cinta dan merasa dicintai.

Karakter Ai juga berhasil mencuri perhatian saya. Bukankah kebanyakan perempuan merasakan hal yang sama? Mencintai seseorang tapi memilih untuk menyimpan? Karena Sei gak maju-maju, ya jangan disalahin kalau akhirnya Ai memilih untuk bersama Shin.
Kalau baca sekilas dari review di cover belakangnya, kita pasti akan menebak-nebak akhir cerita ini. Tapi kalau sudah baca sampai setengah buku, endingnya mulai tertebak. Ingat teenlit yang judulnya Dealova? Yup! Ceritanya mirip-mirip, tapi saya lebih suka cara penulisan di novel ini. Lebih dalem dan dapat feelnya
Secara keseluruhan, saya menikmati membaca buku ini. Bahasanya ringan dan banyak quote menarik yang saya dapatkan. Winna selalu sukses membawa para pembacanya untuk galau (syarat dan ketentuan berlaku : lagi jatuh cinta atau mengalami kisah yg sama. Oya, faktor umur juga berlaku )

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 30 Maret 2012 in Buku, We Are Seraper

 

Tag: , , ,

SRC 2012 Bulan Februari : Eliana, Serial Anak Mamak – Tere Liye

Judul : Eliana, Serial Anak Mamak

Penulis : Tere Liye

Rate : 3/5

Sinopsis :

Adalah Eliana, anak sulung Mamak yang pemberani, bersama tiga rekannya, membentuk geng dengan sebutan ’empat buntal’. Berempat mereka kompak, bahu-membahu melewati hari-hari seru, kejadian suka-duka, pantang menyerah. Bahkan, melawan kerakusan di kampung kecil dengan sabuk sungai, dikelilingi hutan, dan dibentengi bukit-bukit hijau. Adalah Mamak yang membesarkan anak-anak dengan disiplin tinggi, tegas, akhlak tidak tercela, serta tanpa kompromi. Dan adalah Bapak yang selalu riang, memberikan teladan dari perbuatan, serta selalu bijak menyikapi masalah.

Review :

Membaca buku Tere liye serial anak mamak ini seakan membuat saya bernostalgia dengan masa kecil, dimana kita sering bandel-bandelnya. Sosok Eliana sebagai anak pertama, begitu mengena bagi saya(maklum, sama-sama anak pertama).

Walaupun novel ini bercerita tentang kehidupan anak-anak, tapi Tere liye dapat membuat novel ini layak dibaca oleh semua umur. Konflik yang ada berhasil mengaduk-ngaduk perasaan saya. Beberapa dialog di bab 26 membuat air mata saya g mau berhenti mengalir.

Buku ini dapat dijadikan referensi bagi orang tua, bagaimana cara mendidik anak yang baik tanpa terkesan menggurui. Sedangkan untuk anak-anak, ada banyak pesan moril yang dapat dipetik dari novel ini.

Tere liye menggambarkan setting lokasi dengan sangat jelas namun tidak membosankan serta sukses membuat kita seolah-olah berada disana.
Menurut saya, lebih baik anak-anak membaca novel ini daripada buku sejenis PJP yang g jelas pesannya

Satu quote yang ngena banget bagi saya dari buku ini adalah
“Jika kau tahu sedikit saja apa yang telah seorang ibu lakukan untukmu, maka yang kau tahu itu sejatinya bahkan belum sepersepuluh dari pengorbanan, rasa cinta, serta rasa sayangnya kepada kalian”
kalau baca quote ini, jadi makin sayang sama Bunda.

Buku dalam buku serial anak mamak, tereliye sangat menekankan peranan orang tua, khususnya ibu. serta mengajak para pembacanya untuk lebih menghormati dan menghargai kedua orang tua.

nb : Terlalu terlambat untuk posting. tapi rasanya kalau g dipindahin ada yang kurang. Review yang ada disini sama dengan apa yg saya tulis di kaskus.us.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 30 Maret 2012 in Buku, We Are Seraper

 

Tag: , , , ,

[Part 3] FR Gath Jog-Ja-Karta : Seraper’s Tour of Java

Well, dimana om Adit?

Saya dan Tegas memutuskan untuk duduk-duduk di depan benteng yang kebetulan waktu itu lagi ramai-ramainya. Sepertinya karena ada acara di benteng.

Selang beberapa menit, saya sms om Adit. ternyata dia duduk di dalam benteng. Maka beranjaklah saya dan Tegas kesana. Di depan loket, saya sempat bingung, beberapa orang berkumpul disana. Beli tiket mungkin. Waktu itu saya sedang tidak memakai kacamata. Sempat berusaha memaksa mata untuk membaca tulisan di papan dekat loket. Tidak berhasil 😦

Sebelum saya sempat memecahkan apa tulisan yg ada di papan itu, Tegas sudah berbicara dgn satpam, trus dia berkata “Ayuk langsung masuk mbak!” Dan bingunglah saya. Lah, ini g beli tiket?!

Mencari om Adit bukan hal yg sulit buat Tegas. Mengingat keterbatasan mata saya, maka ngikut sajalah saya sama Tegas.

Om Adit duduk sendiri, di depan dorama 2. Dia langsung mengenali kami. Padahal selama ini cuma liat foto di FB dan foto-foto gath sebelumnya.

“Hai, gue Adit.” katanya menyambut kami siang itu. “Ternyata kalian ini emang fotogenik yah. Beda sama di fotonya” sigh, entah itu pujian atau hinaan.

Kami ngobrol bertiga, sambil nunggu peserta yang lain plus adeknya mbak luna yang katanya juga mau datang. Saya sempat melirik ke tasnya om adit, well dia bawa barner segala. hihihi, enthu satu ini emang niat banget deh.

“Mbak Chusnul yah?” seseorang menyapa saya dan ternyata dia adalah Hendy… adeknya mbak Luna. Kami berkenalan, dan melanjutkan sesi foto-foto, kebetulan si Hendy bawa kamera(kayaknya sih di suruh mbak Luna). Oya, saya dan Om adit itu penasaran banget sama sosoknya mbak Luna. Dia itu apa yah… entahlah. menurut saya Mbak Luna itu baik pake banget, sampai saya penasaran dan menjadikannya sebagai seraper yang paling berkesan buat saya. Demi memenuhi rasa penasaran, saya dan om adit sempat mengintrogasi Hendy. Mulai dari nama lengkapnya Mbak Luna yang ternyata….hm harus dirahasiakan sampai kisah cintanya sama suaminya(yg ini cuma sekilas kok mbak).Yang aku tangkep, kayaknya Hendy jadi gak nyaman sama kita, khususnya saya yang kebanyakan tanya. (Iya kan Hen? tapi makasih lho udah bilang saya manis 🙂 )

Sesi foto-foto selesai, lalu datanglah om denijusman. Kali ini beneran om-om. Beliau itu seorang dosen yg skrang lagi menempuh S3 di UGM (iya kan Om?). Dilanjut mbak icha a.ka _icha_ dan kedua teman laki-lakinya. Kami sudah cukup lama nunggu, jadi Om adit memutuskan untuk move, pindah ke teras dorama 2, duduk lesehan.

Sesi pertama perkenalan, mulai dari id, asal, buku favorit dan seraper yg paling berkesan. Di sesi inilah saya tau masing-masing latar belakang anggota Seraper yang cukup beragam. Menarik dan membawa manfaat, terutama saran dari om Denijusman.

Yang menarik dari sesi perkenalan adalah ketika enthu a.ka om Adit curcol kegalauannya. Entah berapa kali dia menyebutkan statusnya, single! Saat menulis FR ini, saya baru tahu kisah sebenarnya, walau itu jg asal merangkai cerita bareng mbak Luna, mbak Vita dan Mbak Dewi :P.

Ditengah-tengah perkenalan, ada 2 anggota lagi yg datang, nikorobin dan meymey (maaf saya lupa nama aslinya)

Selanjutnya kami membahas beberapa agenda untuk Serapium plus kritik dan saran demi kemajuan serapium. Beberapa diantaranya tentang bagaimana mengembangkan Serapium, menampung tulisan para Seraper agar bisa diterbitkan, acara offline bareng forum lainnya, travelling misalnya. Intinya, di gath kali ini, diskusi yang dilakukan lebih bermakna dan bermanfaat.

Sudah 1 jam lebih berlalu. Hendy pamit pulang karena ada kegiatan. Tapi anggota kami bertambah 1 orang lagi. Om Hadi Putra a.ka Ovvo. Kalau ngelihat style om ovvo ini, sedikit banyak mengingatkan saya pada salah seorang sahabat saya.

Obrolan berlanjut kembali sambil sesi foto-foto lagi. Sayangnya, kabar terakhir yang saya dengar, kameranya Mbak Icha hilang. Alhasil kami tidak punya dokumentasi lengkap. cuma dari kameranya Hendy doang. Yaudah deh, semoga Mbak Icha segera mendapatkan kamera baru.

Sekian dulu FRnya. Kalau ada waktu, nanti diedit lagi..

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 3 Februari 2012 in We Are Seraper