RSS

Arsip Kategori: Jalan-Jalan

Reuni

Setelah merencanakan sejak jauh-jauh hari, akhirnya hari minggu, 18 Maret kemaren bisa kumpul dengan salah seorang sahabat lama saya. Teman seperjuangan sewaktu SMA. ini hanya reuni kecil, cuma 3 orang plus Bella. Tapi tidak mengurangi rasa kebersamaan yang ada.

Minggu pagi, pukul 10 tepatnya, kami sudah berada di Tunjungan Plasa. kenapa sepagi itu?? Kebetulan saya punya tiket undangan nobar Negara 5 Menara dari Pertamax dan di undangan tertulis pukul 09.30 WIB. Yang ada dalam benak saya saat itu, udah buka belum ya mallnya? Dan ternyata… lift masih mati, eskalator pun begitu. Alhasil kami harus menuju lantai 5 dengan penuh perjuangan. Serius, saya capek banget.

Sampai di XXI ternyata sudah banyak yang datang. Undangan ditukar dengan tiket dan goodie bag dari Pertamax yang isinya kaos, topi, dan bolpen. Selanjutnya kami dipersilakan masuk ke theatre 2. Yang datang g begitu banyak. bioskop hanya berisi setengahnya. Acara nobarย  bareng cast n crew N5M di SBY menurut saya udah kelewat terlambat. Film ini sudah diputar sejak 18 hari yang lalu. Saya dan Bella sudah nonton waktu awal-awal premiere. Cuman karena sekarang dapat undangan gratis, kenapa enggak dimanfaatin?

Kami berempat lumayan menikmati filmnya. walau ini bukan yang pertama kali buat saya. dulu waktu nonton yang pertama kali, saya belum dapet feel-nya film ini. Pikiran saya masih terlalu membandingkan dengan isi bukunya, yang jauh-jauh lebih bagus. Tapi kata Biyon dan Rendi, filmnya lumayan bagus. karena rasanya dekat sekali dengan kampung halaman(dasar alasannya g penting banget).

2 jam berlalu, film selesai dan sekarang sesi foto-foto dengan artisnya. ini moment yang sangat disayangkan. mbak yang dititipin buat motoin malah g bener motonya. gambarnya agak kabur. ๐Ÿ˜ฆ ๐Ÿ˜ฆ Yasudahlah, diterima saja.

Lanjut makan siang. Si Biyon ngajakin ke Solaria. Oke deh. kebetulan tadi pagi belum sempat sarapan gara-gara bangun kesiangan dan Biyon jemputnya kepagian. Di Solaria menunya lumayan. cuman sepertinya sedang tidak ingin makan yang berat-berat.

Biyon memilih menu Chicken Cordon Bleu+FRENCH FRIES (harusnya pakai nasi, bukan kentang. tapi saya salah centang. akhirnya nasinya bella dihibahin deh), Rendi Chicken fillet (kalau g salah), Bella bistik dan saya fuyung hai tanpa nasi (entah kenapa, fuyunghai saya dapat 2, mungkin karena tanpa nasi)

Sambil menunggu makanan datang, Biyon mendominasi pembicaraan. Kayaknya g habis-habis kalau ngomongin cita-citanya Biyon. mulai dari pengen ke Kalimantan sampai jadi walikota Madiun. Salut deh. Saya, Rendi dan Bella cuma menimpali sesekali.

G terasa udah jam 2. Biyon dan Rendi langsung balik. Sedangkan saya dan Bella menikmati sesi belanja bareng.

 

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 21 Maret 2012 in Jalan-Jalan, My Life

 

[Part 2] FR Pra Gath Jog-Ja-Karta : Seraper’s Tour of Java

I’m back!!

Cerita kali ini lanjutan dari FR sebelumnya. Sekarang g ada mellow-mellowan. intinya cuma seneng-seneng doang.

Ingat seseorang yg akan menemani saya seharian di Jogja kali ini? Yup, namanya Tegas a.ka binatanggendut. Cowok satu ini kenalan saya di Serapium, yang ternyata asalnya masih satu kota dengan saya. Pertama kali ketemu pertengahan tahun kemarin, eh bukan! Mungkin sekitar 2-3 tahun yang lalu. Tapi waktu itu kami belum saling kenal. Dia cuma aktif ikut ESQ di SMA saya dlu, kenal dengan beberapa guru dan beberapa adek kelas saya yang seumuran dengan dia.

Tegas sudah berada di pintu utama stasiun Tugu ketika kereta saya merapat. Terakhir saya ke Jogja, seingat saya ada 2 pintu keluar. yang terjadi kali ini, saya salah memilih pintu keluar. Alhasil saya bingung mencari Tegas. 5-15 menit saya berusaha mencari jalan menuju pintu keluar yang dekat pintu utama. Oya, g lupa pakai kacamata dulu. Mata minus saya agak parah kalau harus diajak mencari orang ๐Ÿ˜€

Tegas berdiri tepat di pintu keluar. Dia menyambut saya, sederhana. seperti seorang adik ketemu kakaknya(anggap aja gitu Gas :P)

Selanjutnya saya dibonceng Tegas. Sepanjang perjalanan saya cuma senyum-senyum sendiri ketika melewati jalanan Jogja yang 2 tahun silam saya lewati dengan keempat teman saya. Sedikit bernostalgia. Kalau diinget-inget lucu jg.

Kembali ke cerita

Pukul 10 pagi. Saya belum sarapan. Saya lapar.

Sebelumnya, saya sudah mengkonfirmasi Tegas kalau minta dianterin makan. Dia memilih menu Sup ayam. Tepatnya sih di Sop ayam Pak Min (namanya bener kan Gas?). Agak aneh juga sih sarapan sup. Saya malah kepikiran pengen beli soto ayam gara-gara liat postingan om Adit yg lagi sarapan soto ayam. Tapi ternyata, supnya enak. sup dan nasinya dipisahin. cara makannya sih terserah kita. Biasanya saya suka bermasalah sama nasi yang agak keras, cuman, waktu makan disana, semua jadi enak. entah saya yang kelaparan atau memang begitu adanya. (FYI, kata tegas, makan saya cepet banget)

Sarapan kali ini diiringi ngobrol tentang rencana selama sehari penuh. Tegas menawarkan diri untuk mengantar saya ke pusat bukunya Jogja. di Shoping dan Terban. Hei,hei! saya tidak menyiapan budget untuk beli buku. Sambil menerawang jumlah uang yg ada di dompet saya, saya pun mengiyakan. Acara makan selesai, kami pun membayar ke kasir. Waktu itu mau bayarin Tegas juga sih, secara dia yg saya repotin kali ini. Tapi dia bilang, “g usah mbak, kan sama-sama mahasiswa” (Thanks God, dia g mau dibayarin :P)

Perjalanan lanjut ke Terban. Kata Tegas, Terban ini pusatnya buku bajakan di daerah Jogja. Harganya variatif banget. dari yang murah sampai yang mahal ada semua. Alasan saya kesini, tentu menyesuaikan budgetlah. Saya juga belum punya rencana mau beli buku apa. Liat-liat dululah.

Terban ini terdiri dari kios-kios kecil yang berjejer-jejer. Kalau di SBY tepatnya seperti daerah kampug ilmu di Jl Semarang. Tiap kios rata-rata ada pengunjungnya, kebanyakan anak kuliahan. Maklum, buku bajakan memang cukup menolong mahasiswa, terutama urusan kantong. Tapi di Terban ini, tidak hanya buku pelajaran saja. ada beberapa novel Indonesia, buku-buku bestseller dan buku-buku bekas. Kalau bukan kw, pasti buku bekas yg dijual. Kalau buku asli, sempat melihat beberapa, tapi tidak banyak.

Saya mampir di toko langganan Tegas. Katanya yang paling lengkap. Hampir 20 menit saya disana, memilih-milih buku, mengamati mahasiswa yang sedang menawar, serta membandingkan harga dengan yg di SBY. Konon katanya, pusat buku bajakan itu di Jogja, tapi ternyata harga sama saja dengan di SBY.

Saya membeli 3 buah buku, Tegas 4 (kalau g salah sih). Karena ini bukan wilayah kekuasaan saya dalam hal tawar menawar, maka saya serahkan ke Tegas. Apalagi dia udah langganan. Oke, proses tawar menawar dimulai. Total 7 buku Rp 127.000,- Tegas minta potongan harga. Turun jadi Rp 120.000,-. Masih t terima dengan harga y ditawarkan, entah bagaimana caranya, si Tegas mengkalkulasi sendiri 7 buku tsb hingga akhirnya menjadi Rp 110.000,- Dengan sedikit memaksa dan mengandalkan kata, “aku kan langganan di sini”, kami berhasil membawa pulang 7 buku. Asik……

Tegas ini mau masuk marketing juga, sama seperti saya. di tengah-tengah obrolannya dengan penjual buku, dia sok maksa-maksain ilmunya. “Kalo menurut ilmu marketing, pelanggan itu perlu dihafal Pak, biar balik lagi belanja disini.”

Dan, apa kata penjualnya?

“Gak mau mas. kalau pelanggannya seperti mas semua, nanti minta diskonnya makin banyak. saya yang rugi.”

Kalah telak kan. di sini saya juga baru menyadari, bahwa teori-teori seperti itu tidak bisa digunakan oleh semua penjual.

Perjalanan dilanjut menuju Taman Pintar untuk mampir sholat dan kebetulan tempatnya berdekatan dengan Shoping. Sejenis Terban juga, tapi lebih rapi. terdiri 2 lantai dan kiosnya lebih banyak. di sini saya mencari buku Das Capital titipan dari Mbak Luna a.ka peacekeaper. Kata beberapa penjual, stok memang kosong.

Waktu hampir menunjukan pukul 1 siang. Kami pun beranjak menuju benteng Vredeburg. Acara Gathering akan dilangsungkan di depan benteng. Tapi, sampai di depan benteng, kami justru tidak menemukan siapa-siapa…

Om adit, kamu dimana?

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 2 Februari 2012 in Jalan-Jalan, We Are Seraper

 

Tag: , ,

Happy b’day Dimas & Nci :)

Selamat Ulang Tahun Dimas dan Nci ๐Ÿ™‚

Terima kasih untuk undangan makan malam hari ini

Aku hanya bisa mendoakan, semoga doa-doa kalian terkabulkan dan semoga selalu diberikan yang terbaik untuk kalian.

Amin

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 22 Desember 2011 in Jalan-Jalan