RSS

Hecticnya h-7

18 Apr

Ternyata nikah itu ribetnya minta ampun. serius deh. h-7 ibu udah mulai cuti dan dirumah udah mulai rame tetangga dan saudara yang nyiapin acara. undangan mulai disebar. saya sih sengaja g mau sebar undangan terlalu jauh hari, takutnya kelupaan. cuman udah woro-woro sebelumnya mengenai hari h.

selain ribet, nikah itu juga menguras emosi. emang katanya kita akan diuji menjelang hari h. ternyata bener. udah g kehitung saya nangis brapa kali. tapi ya sudahlah. semua ada hikmahnya. kalau g gitu g bakalan paham sama permasalahan permasalahan yang ada.

oke, lupakan.
pada umumnya h-7 udah mulai dipingit kan ya, beda sama saya. saya masih wira-wiri nganterin ibu belanja ini itu. masih sibuk bantuin di dapur dan muter-muter nyari jasa buat ngerangkai mahar saya. bayangin, h-7 mahar saya masih belum diapa-apain. mulai dari toko lulus, manies dan banyak toko yang saya kunjungin, semua nolak mahar saya. hua 😦   awalnya mereka bilang bisa 2 hari. begitu saya tunjukin mahar saya. langsung nolak seketika. mereka bingung mau dibentuk apa mahar saya yang berupa 5 koin perak itu.
setelah berjuang kesana kemari ditolakin, akhirnya saya harus mengerahkan usaha terakhir untuk menghias mahar saya sendiri, apapun hasilnya ntr.

h-4, ada beberapa undangan yang belum dianterin. undangan untuk orang-orang tertentu yang ingin saya anterin sendiri. saya nekad sih, walau pun beberapa sodara udah nyaranin saya di rumah aja, biar dianterin sama orang lain. tapi saya ngeyel.

h-3 tet! begitu h-3 saya udah g boleh masuk dapur. makan minum diambilin. hehe, tradisi, katanya biar pas hari h keliatan cerah. sebagai gantinya saya diajakin ke salon dan koordinasi sekali lagi dengan perias saya, mbak susi. ibu dan saya sepakat g pakai acara siraman dan acara h-1 lainnya. terlebih yang mengharuskan adanya keluarga dari mempelai pria. karena itu jelas tidak memungkinkan.

menjelang hari h, t lupa saya mengunjungi makam bapak untuk minta doa restu. saat inilah yang paling mengharukan bagi saya. menyedihkan rasanya nikah g ada bapak. hiks, saya sedih beneran saat nulis ini.

bismillah semua lancar.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 18 April 2013 in Story of Us

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: