RSS

Arsip Bulanan: September 2012

September : Happy Ending!

30 September 2012

Akhirnya kita bertemu kembali di akhir September ini.
Dengan keadaan yang berbeda, tak lagi sama seperti sebelumnya.
Ini memang pertemuan kita yang paling singkat, iya kan? coba kamu ingat-ingat.
Walau tak lebih dari 2 jam, tapi pertemuan hari ini adalah pertemuan yang paling penting untuk kita.
Yah, akhirnya kita upgrade hubungan!
Bagiku ini adalah bukti keseriusanmu terhadap hubungan kita
Dulu, ketika aku menerimamu, dan kita menjalani LDR, kupikir kita tidak akan sampai tahap ini. Kamu tahu kan, sebelumnya aku juga menjalani hubungan yang serupa tapi berakhir juga.
Kadang aku pesimis, tapi terimakasih telah bersabar menghadapiku yang masih labil, yang masih suka nuntut macem-macem, manja g jelas dan sebagainya, hingga kita dapat bertahan dan berjalan sampai sejauh ini.

Beberapa bulan kedepan, kita akan kembali dihadapkan pada rutinitas yang sama seperti awal kita berjumpa.
Kamu sibuk, dan aku pun harus menyibukan diri juga.
Semoga kita bisa melaluinya hingga waktu yang kita tunggu benar-benar tiba.

 

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 30 September 2012 in My Life

 

Kamu inget gak?

Kamu inget gak pas aku kenal kamu, dengan cara yang unik?
kamu inget gak pas aku nembak kamu dan nyatain “aku cinta kamu”?
kamu inget gak pas aku nemuin kamu, bela-belain sisihin uang jajan buat nyamperin kamu yang jauh di sana?
Kamu inget gak pas aku mau dapetin kamu, aku gak lupa buat selalu isiin pulsa biar gak telat kasih perhatian ke kamu?
Kamu inget gak pas aku mau pergi ninggalin kamu dan di situ kita mau ngeluarin air mata bareng-bareng karena kita bakal pisah lagi dan enggak tau kapan bakal ketemu lagi?
Kamu inget gak pas aku ajak kamu nonton dan itu pertama kalinya aku jalan bareng sama kamu?
Kamu inget gak kalo aku selalu ada di saat kamu butuh, beda banget sama kamu?
Kamu inget gak kalau aku pernah nyamperin kamu tanpa sepengetahuan kamu dan tiba-tiba ada di depan rumah kamu?
Kamu inget gak pas kita berantem hebat saat jauhan, ketika aku samperin kamu kita ketawa-ketawa bareng lagi.
Dan kamu inget gak ada aku di sini yang masih mempertahankan kamu, dengan susah payah. semampuku.
Aku bukan kangen kamu, aku cuma inget aja kita yang dulu kok jauh lebih baik keadaanya dibanding kita yang sekarang.
Aku bukan ngajak kamu kangen kita yang dulu, cuma mau bernostalgia aja sama kita yang dulu sambil benerin kesalahan yang sekarang.
Kita masih menyimpan kenangan, jangan buat kita membuangnya hanya karena masalah sepele, egois dalam menahan rindu.
Semua kenangan manis atau pahit itu pernah kita lewati, apa kita akan mengubur dan membuangnya jauh-jauh? aku gak mau.

Dalam keadaan seperti ini aku jadi ingat beberapa lirik yang sudah beberapa kali ku dengar kemarin, dan ini menyentuh emosiku.
Can you promise me if this is right:
Don’t throw it all away?
Can you do all these things?
Will you do all these things…
Like we used to?
Oh, like we used to… ~ #np

coppas dari blognya @LongDistance_R
saya bukan galau sih. cuman apa ya, karena momentnya lagi satnite, sepi, sendiri, suka aja blogwalking dan nemu tulisan kek gini. jadi nostalgia kan.
salam kangen buat seseorang disana
 
11 Komentar

Ditulis oleh pada 22 September 2012 in My Life

 

Tag: ,

Arti “terserahmu” menurut aku

Kata terserah sebenarnya tidak hanya milik cewek lho. Memang sih, cewek lebih sering bilang “terserah” ke cowoknya. tapi bukan berarti cowok juga nggak pernah bilang terserah kan?

Kalau ngomongin kata terserah, saya jadi sedikit mikir. Ternyata artinya ambigu yah. Selama ini pacar saya gimana ya perasaannya kalau saya bilang terserah. Hm, mungkin biasa aja sih. Soalnya dia bukan tipe pemikir juga, beda sama saya.

Kata terserah bagi saya memiliki banyak arti. Apalagi kalau kamu yang ngomong.
well, ketika saya bertanya kepadamu tentang sesuatu, dan kamu menjawab terserah, rasanya gemes juga.
Saya bertanya karena saya butuh pendapat, bukan hanya kata terserah.
Saya bertanya karena saya menghargai kamu. agar ketika saya memutuskan, itu bukan sepihak.

Mungkin terlihat sederhana, tapi sebenarnya ini penting bagi saya.
Kalau pengaplikasian kata terserah ini masih dalam tahap hubungan yang sederhana, saya rasa masih ada toleransi. Tapi kalau sudah dalam hubungan yang lebih serius, saya sih berharapnya ya jangan terserah lagi,
Bukankah aku dan kamu nantinya akan menjadi kita?
Jadi jangan bilang terserah lagi. berikanlah saya pilihan. Agar kita bisa memutuskan bersama
Okay?

 

 

 

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 22 September 2012 in My Life

 

Tag: , , ,